Apa Itu Siklus Air? Belajar Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air
pada tanggal
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Mengapa air selalu ada ada dan tidak pernah habis? inilah jawabannya!
Pernah tidak kalian bertanya, mengapa air tidak pernah habis? Padahal ada banyak sekali aktivitas kita yang membutuhkan air, mulai dari ketika menggosok gigi, mencuci baju, mandi, belum lagi air yang kita konsumsi setiap harinya.
Coba bayangkan berapa banyak air bersih yang kita butuhkan? Padahal setiap hari aktivitas kita membutuhkan air dan tidak sedikit dari mereka yang hingga saat ini kesulitan mendapatkan air bersih.
Darimana ya air itu datang? jika jawabanmu dari hujan, kamu hampir tepat. Air tidak pernag habis akibat dari siklus air atau yang dikenal juga dengan siklus hidrologi.
Siklus ini sederhananya merupakan siklus daur ulang air yang terus-menerus dalam beberapa proses.
YUK belajar bareng pojokusang mengenai siklus air, pengertian dan proses terjadinya!
Siklus air atau siklus hidrologi merupakan tahapan peristiwa yang terjadi pada air dari lapisan atmosfer hingga kembali lagi ke bumi melalui tahapan kondensasi, presipitasi, evaporasi, transpirasi dan infiltrasi.
Siklus ini selalu terjadi terus-menerus tanpa memiliki akhir. berikut alur siklus air secara sederhana:
Proses terjadi diawali dengan panas matahari yang menyebabkan air mengalami penguapan dari air atau dari tumbuhan. Air yang berubah menjadi gas akan terus naik hingga ketinggian tertentu di atmosfer.
Disana terjadi perubahan suhu yang menyebabkan terjadinya proses pembentukan awan. Beberapa waktu kemudian awan semakin gelap karena kandungan uap air bertambah lalu terjadilah hujan.
Air yang jatuh ke bumi akan diserap ke dalam pori-pori tanah. Air yan tersimpan itu lama-lama mengalir dan terkumpul di pegunungan lalu muncul sebagai sumber air.
Proses Siklus Air
Nah kita sudah memasuki tentang bahasan proses siklus air, yuk simak tiap prosesnya:
Evaporasi
Proses pertama dalam siklus air ialah evaporasi. Siklus ini
menunjukkan proses penguapan air yang berasal dari laut, sungai, danau, rawa,
atau badan air lainnya. Pada proses ini terjadi perubahan zat cair menjadi gas
yang terkumpul di bagian atmosfer bumi.
Ada
juga bentruk evaporasi lainnya yang terjadi pada tumbuhan,
yaitu transpirasi. Berbeda dengan evaporasi, proses transpirasi merupakan
pelepasan molekul air sebagai hasil metabolisme dari tumbuh-tumbuhan.
Kondensasi
Setelah proses evaporasi terjadi, uap air akan terkumpul di
atmosfer dan berubah menjadi awan. Lama kelamaan awan akan berpindah ke tempat
yang lebih tinggi karena tebawa angin.
Semakin tinggi suatu tempat, maka suhunya semakin rendah. Akibat
perubahan suhu dan awan sudah mengandung banyak uap air, maka kumpulan uap air
tersebut akan mengalami pengembunan yang membentuk titik-titik air. Lalu
membentuk awan hitam yang siap turun sebagai hujan ketika mencapai titik
jenuh.
Presipitasi
Proses presipitasi merupakan lanjutan dari kondensasi.
Presipitasi merupakan proses turunnya air dari awan menuju bumi. Proses ini
seringkali kita kenal dengan sebutan hujan.
Presipitasi terjadi akibat pendinginan dan penambahan uap
air, sehingga air yang membentuk awan mencapai titik jenuh. Semakin banyak uap
air yang terbentuk, maka tetesan air hujan yang turun pun semakin banyak
juga.
Air
tidak hanya turun dalam bentuk hujan saja, tetapi juga salju. Pada musim dingin ketika suhu
berada di bawah titik beku (0 derajat Celcius atau 32 derajat Fahrenheit), uap
air akan terkondensasi menjadi es yang padat tanpa melalui tahap cair.
Kristal es yang terbentuk kemudian menyerap dan membekukan uap air disekitarnya menjadi kristal salju yang kemudian jatuh ke bumi.
Infiltrasi
Proses terakhir dalam siklus air ialah proses infiltrasi
atau penyerapan. Setelah turun ke bumi, air akan diserap oleh tanah,
bahkan diserap juga oleh tumbuhan. Infiltrasi secara umum dipengaruhi oleh
berbagai sifat tanah dan vegetasi.
Proses infiltrasi ini memegang peranan penting dalam
mendistribusikan air hujan. Tanah yang tidak dapat menyerap air dengan baik
dapat menjadi pemicu terjadinya bencana seperti banjir, erosi, ataupun tanah
longsor.
Air yang terserap jauh ke dalam tanah juga menjadi sulit untuk
dijangkau manusia, ini dapat menyebabkan kekeringan dan kesulitan air.
Namun
air yang terserap dengan baik di bawah tanah dapat dimanfaatkan
sebagai ketersediaan air untuk irigasi di musim kemarau.
Jenis-jenis Siklus Air
Berbicara soal jenis-jenis, siklus air juga memiliki jenis-jenis tersendiri, Siklus air atau siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga
jenis berbeda berdasarkan panjang dan lama proses pergerakan molekul airnya.
Jenis-jenis siklus air dibedakan menjadi:
1. Siklus pendek
Siklus air pendek diawali dari evaporasi air laut ke
atmosfer, lalu diikuti dengan pembentukan awan yang kemudian menurunkan air
sebagai hujan. Air tersebut akan mengalir kembali ke laut.
2. Siklus sedang
Proses ini bermulai dari air yang menguap membentuk awan
lalu mengalami kondensasi dan turun sebagai hujan.
Berbeda dengan siklus pendek, pada siklus sedang air hujan
yang turun meresap ke dalam tanah dan sebagian lainnya diserap oleh tumbuhan.
Air yang tidak teresap akan mengalir melewati sungai kembali menuju
laut.
3. Siklus panjang
Siklus panjang diawali dengan evaporasi dan kondensasi air
laut menjadi awan. Lalu kemudian awan akan terbawa oleh angin ke tempat yang
lebih tinggi di area daratan. Awan yang terbentuk akan kembali bergabung dengan
uap air dari evaporasi danau dan sungai, serta transpirasi tumbuhan.
Akibat pengaruh ketinggian, uap air mengenai lapisan udara
dingin dan berubah menjadi salju lalu turun dan membentuk bongkahan es di
pegunungan tinggi. Bongkahan es akan meluncur ke tempat yang lebih rendah
akibat gravitasi (gletser).
Gletser kemudian akan mencair dan mengalir
melalui perairan darat menuju kembali ke laut.
Komentar
Posting Komentar